Solusi Aplikasi Kasir Grosir dengan Harga Bertingkat untuk UMKM
Seputar Bisnis | 31 Juli 2026
Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Jangan Asal Ikut Pain Point! Begini Cara Menentukan Ide Bisnis yang Tepat
21 Juli 2026 | marketing
Belakangan ini, istilah pain point semakin sering digunakan dalam dunia bisnis dan pemasaran. Banyak orang mengatakan bahwa cara terbaik menemukan ide bisnis adalah dengan mencari masalah yang dialami konsumen, lalu menawarkan solusi.
Pendekatan tersebut memang benar, tetapi bukan berarti setiap masalah otomatis menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Tidak sedikit pebisnis yang terburu-buru membuat produk hanya karena melihat sebuah keluhan, tanpa memastikan apakah masalah tersebut benar-benar penting bagi calon pelanggan atau memiliki pasar yang cukup besar.
Karena itu, memahami pain point perlu diimbangi dengan riset dan validasi agar ide bisnis yang dikembangkan benar-benar memiliki peluang untuk sukses.
Pain point adalah masalah, hambatan, atau kebutuhan yang dirasakan oleh calon pelanggan dan belum terselesaikan dengan baik.
Masalah tersebut dapat berupa:
Ketika sebuah bisnis mampu menawarkan solusi yang tepat, peluang produknya diterima pasar akan semakin besar
Melihat banyak orang mengeluh di media sosial bukan berarti ada peluang bisnis yang siap dijalankan.
Sebelum memutuskan membuat produk, tanyakan beberapa hal berikut:
Jika jawabannya belum jelas, sebaiknya lakukan riset lebih lanjut sebelum berinvestasi.
Ide bisnis yang baik tidak hanya berasal dari masalah pelanggan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha untuk menyelesaikannya.
Misalnya, jika Anda memiliki pengalaman di bidang kuliner, peluang untuk memahami kebutuhan pelanggan di industri tersebut tentu lebih besar dibanding langsung terjun ke bidang yang benar-benar baru.
Memahami industri akan membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tepat.
Setelah menemukan sebuah pain point, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa masalah tersebut memang nyata.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Semakin banyak data yang diperoleh, semakin kecil risiko mengambil keputusan berdasarkan asumsi.
Tidak semua keluhan merupakan kebutuhan yang mendesak.
Misalnya, pelanggan mungkin menginginkan fitur tambahan pada sebuah produk, tetapi belum tentu bersedia membayar lebih untuk mendapatkannya.
Sebaliknya, jika sebuah masalah menghambat aktivitas sehari-hari, pelanggan biasanya lebih terdorong untuk mencari solusi.
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan akan membantu menentukan prioritas pengembangan produk.
Jika solusi yang Anda tawarkan sama persis dengan kompetitor, pelanggan mungkin tidak memiliki alasan untuk beralih.
Cobalah mencari nilai tambah, seperti:
Keunggulan tersebut dapat menjadi pembeda di tengah persaingan pasar.
Sebelum mengeluarkan modal dalam jumlah besar, lakukan uji coba terlebih dahulu.
Beberapa cara yang dapat dilakukan:
Dari proses ini, Anda dapat memperoleh masukan untuk menyempurnakan produk sebelum dipasarkan secara luas.
Sebuah masalah mungkin nyata, tetapi belum tentu memiliki pasar yang cukup besar.
Karena itu, lakukan analisis sederhana mengenai:
Peluang bisnis akan lebih menarik jika memiliki potensi pasar yang berkelanjutan.
Produk yang mampu menyelesaikan masalah belum tentu menghasilkan keuntungan jika model bisnisnya kurang tepat.
Pastikan Anda juga mempertimbangkan:
Dengan begitu, bisnis tidak hanya bermanfaat bagi pelanggan, tetapi juga layak dijalankan dalam jangka panjang.
Pain point dapat berubah seiring waktu karena perubahan tren, teknologi, dan perilaku konsumen.
Oleh sebab itu, jangan berhenti mendengarkan pelanggan setelah produk diluncurkan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan:
Masukan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan produk maupun layanan.
Saat menentukan ide bisnis, beberapa kesalahan berikut sebaiknya dihindari:
Dengan menghindari kesalahan tersebut, peluang membangun bisnis yang bertahan dalam jangka panjang akan semakin besar.
Baca Juga : Apa Itu Aplikasi Toko? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya
Baca Juga : Cara Buat Struk Online dan Kelola Transaksi dalam Satu Aplikasi
Menemukan pain point memang dapat menjadi langkah awal untuk membangun sebuah bisnis. Namun, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menemukan masalah, melainkan juga oleh kemampuan memahami pasar, menawarkan solusi yang relevan, dan menjalankan model bisnis yang berkelanjutan.
Daripada sekadar mengikuti tren atau keluhan yang sedang ramai dibicarakan, lakukan riset, validasi, dan uji coba terlebih dahulu. Dengan pendekatan yang lebih terukur, ide bisnis yang Anda kembangkan memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar dan tumbuh secara berkelanjutan.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat