Cara Mengelola Penjualan di Toko Bangunan untuk Peningkatan Profitabilitas
Insight Bisnis | 31 Juli 2026
Insight Bisnis / Cara Menghitung Safety Stock agar Pengelolaan Persediaan Lebih Efektif
29 Juli 2026 | marketing
Rumus safety stock merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam manajemen persediaan untuk menentukan jumlah stok cadangan yang harus disimpan. Dengan memiliki safety stock, bisnis dapat tetap memenuhi permintaan pelanggan meskipun terjadi lonjakan penjualan, keterlambatan pengiriman dari supplier, atau perubahan kondisi operasional yang tidak terduga.
Bagi pelaku usaha, kehabisan stok (stock out) bukan hanya menyebabkan kehilangan peluang penjualan, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan pelanggan. Sebaliknya, menyimpan stok terlalu banyak juga bukan solusi yang ideal karena dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan membuat modal tertahan di gudang.
Karena itu, memahami cara menghitung safety stock menjadi langkah penting agar persediaan tetap seimbang. Pada artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu safety stock, manfaatnya, rumus yang umum digunakan, contoh perhitungan, hingga cara mengelolanya agar operasional bisnis menjadi lebih efisien.
Safety stock atau stok pengaman adalah persediaan tambahan yang disimpan perusahaan atau usaha bisnis sebagai cadangan ketika terjadi kondisi di luar perkiraan, misalnya permintaan pelanggan meningkat secara tiba-tiba, supplier terlambat mengirim barang. proses produksi mengalami kendala, atau pengiriman terhambat karena cuaca atau faktor lainnya.
Dengan kata lain, safety stock berfungsi sebagai "stok pengaman" agar bisnis tetap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan ketika terjadi lonjakan permintaan atau gangguan dalam proses pengadaan barang.
Melalui safety stock atau stok pengaman ini bisnis tetap dapat melayani pelanggan tanpa harus menunggu barang baru datang.
Sebagai contoh, sebuah toko biasanya menjual 30 botol minyak goreng setiap hari. Namun, menjelang hari raya penjualan meningkat menjadi 50 botol per hari, sementara supplier baru mengirim barang tiga hari kemudian. Jika toko tidak memiliki safety stock, stok akan habis sebelum barang baru tiba.
Banyak pemilik usaha menganggap safety stock hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar. Padahal, bisnis skala UMKM pun bisa merasakan manfaatnya.
Beberapa manfaat safety stock antara lain:
Safety stock juga membantu bisnis lebih siap menghadapi fluktuasi permintaan yang sulit diprediksi.
Baca juga: Apa Itu Safety Stock dan Kenapa Penting Banget Buat Bisnis Retail?
Sebelum menghitung safety stock, ada beberapa faktor yang perlu dipahami.
Semakin tinggi permintaan suatu produk, semakin besar kemungkinan bisnis membutuhkan safety stock yang lebih banyak.
Lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak melakukan pemesanan hingga barang diterima. Jika supplier membutuhkan waktu yang lama untuk mengirim barang, maka safety stock yang dibutuhkan biasanya juga lebih besar.
Produk yang penjualannya tidak stabil memerlukan stok pengaman lebih tinggi dibandingkan produk dengan permintaan yang konsisten.
Gangguan seperti cuaca buruk, masalah logistik, kemacetan pelabuhan, atau keterbatasan bahan baku dapat menyebabkan keterlambatan pasokan. Supplier yang sering terlambat tentu meningkatkan risiko stok habis.
Karena itu, Safety stock membantu mengurangi dampak risiko tersebut sehingga performa supplier perlu dipertimbangkan saat menentukan safety stock.
Biasanya, safety stock sering dikaitkan dengan reorder point (ROP). Padahal, keduanya berbeda. Jika safety stock berfungsi sebagai stok cadangan, ROP adalah batas minimmum persediaan yang menandakan bahwa perusahaan harus segera melakukan pemesanan ulang.
Ketika stok barang terus berkurang karena penjualan atau penggunaan, perusahaan tidak menunggu hingga stok habis untuk melakukan pembelian kembali. Sebaliknya, pemesanan dilakukan saat persediaan mencapai titik tertentu yang disebut reorder point.
Titik ini ditentukan berdasarkan kebutuhan barang selama masa tunggu (lead time) ditambah dengan safety stock yang telah disiapkan sebelumnya.
Dalam bentuk sederhana, perhitungannya dapat dipahami sebagai:
Safety Stock = (Penjualan Maksimum × Lead Time Maksimum) − (Penjualan Rata-rata × Lead Time Rata-rata)
Keterangan:
Contoh Perhitungan Safety Stock
Misalkan sebuah toko memiliki data berikut:
Maka perhitungannya adalah:
Safety Stock = (120 × 6) − (80 × 4) = 720 − 320 = 400 unit
Artinya, toko sebaiknya menyimpan sekitar 400 unit sebagai stok pengaman agar tetap dapat memenuhi permintaan ketika terjadi keterlambatan pengiriman atau lonjakan penjualan.
Perlu diingat bahwa hasil perhitungan ini bukan jumlah stok utama yang harus tersedia, melainkan cadangan yang hanya digunakan ketika diperlukan.
Rumus dasar Reorder Point adalah:
ROP = (Permintaan Harian × Lead Time) + Safety Stock
Keterangan:
Contoh Perhitungan ROP
Sebuah toko sembako memiliki data sebagai berikut:
Maka:
ROP = (50 × 5) + 100 = 250 + 100 = 350 unit
Artinya, ketika stok barang tersisa 350 unit, toko harus segera melakukan pemesanan ulang. Dari jumlah tersebut, 250 unit diperkirakan akan habis selama menunggu barang datang, sedangkan 100 unit sisanya merupakan safety stock yang digunakan jika terjadi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman.
Selain rumus dasar safety stcok dan ROP, pelaku usaha perlu memahami bebeberapa rumus stok barang laiinnya seperti
Rumus = Persediaan cadangan tetap = Jumlah hari x penjualan harian rata-rata
= Persediaan cadangan tetap = Jumlah hari x penjualan harian maksimum
Rumus = Safety stock = Skor Z x standar deviasi dalam lead time
Rumus = Safety Stock = Rata-rata Permintaan Harian × Waktu Cadangan
Rumus = Safety stock = Skor Z x standar deviasi dalam lead time x permintaan rata-rata
Rumus = Economic Order Quantity (EOQ) = Akar kuadrat dari (2 x biaya pemesanan per pesanan x tingkat permintaan) / biaya penyimpanan
Beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan antara lain:
Mengandalkan perkiraan tanpa melihat data historis dapat menghasilkan jumlah safety stock yang tidak akurat.
Supplier yang sering terlambat seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan stok pengaman.
Permintaan pasar dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, safety stock perlu dievaluasi secara berkala.
Safety stock bukan berarti menyimpan barang sebanyak mungkin. Terlalu banyak stok justru meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko barang rusak atau kedaluwarsa.
Selain memahami rumus safety stock, ada beberapa cara yang dapat membantu pengelolaan persediaan menjadi lebih optimal.
Perbarui data penjualan secara rutin agar perhitungan safety stock tetap relevan.
Jika supplier sering terlambat, pertimbangkan mencari alternatif atau menyesuaikan jumlah stok pengaman.
Produk yang cepat terjual membutuhkan perhatian lebih dibandingkan produk dengan perputaran lambat.
Pencatatan stok secara digital membantu memantau jumlah persediaan secara real-time sehingga proses menghitung safety stock dan reorder point menjadi lebih mudah.
Baca juga: Reorder Point Adalah: Cara Mudah Menghitung dan Manfaatnya untuk Bisnismu
Memahami rumus safety stock merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan persediaan barang. Dengan menentukan stok pengaman yang tepat, bisnis dapat mengurangi risiko kehabisan stok, menjaga kepuasan pelanggan, dan memastikan operasional tetap berjalan meskipun terjadi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman dari supplier.
Namun, perhitungan safety stock akan memberikan hasil yang lebih optimal jika didukung oleh data penjualan yang akurat dan pencatatan persediaan yang rapi. Oleh karena itu, selain memahami rumusnya, pastikan Anda juga menerapkan sistem pengelolaan stok yang baik agar keputusan pembelian barang dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar.
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat