Insight Bisnis / Keuangan / Cara Menghitung Landed Cost agar Penentuan Harga Lebih Akurat

Cara Menghitung Landed Cost agar Penentuan Harga Lebih Akurat

30 Juni 2026 | marketing

Kasir Pintar

Menentukan harga jual bukan hanya soal menghitung biaya produksi lalu menambahkan margin keuntungan. Banyak pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang perdagangan, distribusi, impor, atau penjualan produk fisik, sering kali lupa memperhitungkan berbagai biaya tambahan yang muncul sebelum barang benar-benar siap dijual.

Akibatnya, harga jual terlihat menguntungkan di atas kertas tetapi keuntungan yang diperoleh jauh lebih kecil dari perkiraan. Untuk menghindari kondisi tersebut, bisnis perlu memahami konsep landed cost.

Dengan menghitung landed cost secara tepat, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang lebih akurat sekaligus menjaga keuntungan tetap sehat.

Apa Itu Landed Cost?

Landed cost adalah total seluruh biaya yang dikeluarkan hingga barang tiba dan siap dijual atau digunakan.

Biaya ini tidak hanya mencakup harga beli produk, tetapi juga berbagai biaya tambahan selama proses pengadaan dan distribusi.

Dengan kata lain, landed cost menggambarkan biaya riil yang harus ditanggung bisnis untuk memperoleh suatu barang.

Perhitungan ini penting karena harga beli saja sering kali belum mencerminkan biaya sebenarnya.

Mengapa Landed Cost Penting dalam Bisnis?

Banyak bisnis mengalami masalah margin karena hanya menggunakan harga pembelian sebagai dasar menentukan harga jual.

Padahal, terdapat berbagai biaya lain yang memengaruhi total pengeluaran.

Menghitung landed cost membantu bisnis untuk:

  • Menentukan harga jual lebih akurat
  • Mengetahui margin keuntungan sebenarnya
  • Menghindari kerugian tersembunyi
  • Membandingkan efisiensi supplier
  • Membantu perencanaan keuangan

Semakin besar volume bisnis, semakin penting pengelolaan landed cost dilakukan dengan baik.

Komponen yang Masuk dalam Landed Cost

Agar perhitungan lebih akurat, pahami terlebih dahulu biaya apa saja yang termasuk dalam landed cost.

Harga Pembelian Barang

Ini adalah biaya dasar yang dibayarkan kepada supplier untuk memperoleh produk.

Harga pembelian menjadi titik awal sebelum menambahkan biaya lainnya.

Biaya Pengiriman

Biaya pengiriman meliputi seluruh biaya distribusi dari lokasi supplier hingga barang sampai ke gudang atau lokasi bisnis.

Contohnya:

  • Ongkos kirim
  • Biaya ekspedisi
  • Biaya transportasi
  • Biaya distribusi

Pengiriman sering menjadi salah satu komponen terbesar dalam landed cost.

Pajak dan Bea Tambahan

Untuk beberapa jenis transaksi, terutama pengadaan lintas wilayah atau internasional, terdapat biaya tambahan seperti:

  • Pajak
  • Bea masuk
  • Biaya administrasi
  • Biaya kepabeanan

Komponen ini perlu diperhitungkan agar tidak mengurangi margin secara tidak terduga.

Biaya Penanganan Barang

Beberapa bisnis juga mengeluarkan biaya tambahan selama proses penerimaan dan penyimpanan barang.

Contohnya:

  • Bongkar muat
  • Pengemasan ulang
  • Penyimpanan sementara
  • Biaya gudang

Meskipun terlihat kecil, biaya ini dapat memengaruhi total biaya per unit.

Rumus Sederhana Menghitung Landed Cost

Secara umum, landed cost dapat dihitung dengan rumus berikut:

Landed Cost = Harga Barang + Biaya Pengiriman + Pajak + Biaya Tambahan Lainnya

Setelah memperoleh total biaya, Anda dapat menghitung biaya per unit jika barang dibeli dalam jumlah banyak.

Biaya per unit = Total Landed Cost ÷ Jumlah Barang

Perhitungan ini membantu menentukan harga jual yang lebih realistis.

Contoh Perhitungan Landed Cost

Misalnya sebuah bisnis membeli produk dengan rincian berikut:

  • Harga barang: Rp10.000.000
  • Biaya pengiriman: Rp1.500.000
  • Pajak dan administrasi: Rp500.000
  • Biaya penanganan: Rp300.000

Total landed cost:

Rp10.000.000 + Rp1.500.000 + Rp500.000 + Rp300.000
= Rp12.300.000

Jika total barang yang diterima sebanyak 300 unit:

Rp12.300.000 ÷ 300
= Rp41.000 per unit

Artinya, biaya sebenarnya per produk bukan Rp33.333 dari harga beli saja, tetapi Rp41.000 setelah seluruh biaya diperhitungkan.

Cara Menggunakan Landed Cost untuk Menentukan Harga Jual

Setelah mengetahui landed cost, langkah berikutnya adalah menentukan margin keuntungan.

Sebagai contoh:

Biaya per unit = Rp41.000
Target margin = 30%

Harga jual:

Rp41.000 + (30% × Rp41.000)
= Rp53.300

Dengan pendekatan ini, harga jual menjadi lebih realistis dan tidak mengorbankan keuntungan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Landed Cost

Masih banyak bisnis yang belum menghitung landed cost secara menyeluruh.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Hanya menghitung harga beli
  • Mengabaikan biaya pengiriman
  • Tidak memasukkan biaya administrasi
  • Tidak memperbarui biaya saat kondisi berubah
  • Tidak menghitung biaya per unit

Kesalahan kecil dalam perhitungan dapat berdampak besar terhadap profit bisnis.

Gunakan Pencatatan yang Konsisten

Agar landed cost lebih mudah dipantau, seluruh biaya pengadaan sebaiknya dicatat secara rutin.

Bisnis dapat menggunakan:

  • Spreadsheet
  • Sistem pembukuan
  • Aplikasi pencatatan stok
  • Software manajemen bisnis

Pencatatan yang rapi membantu evaluasi biaya dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Kapan Landed Cost Perlu Dievaluasi?

Perhitungan landed cost tidak cukup dilakukan sekali.

Evaluasi perlu dilakukan ketika:

  • Harga supplier berubah
  • Biaya pengiriman meningkat
  • Ada perubahan pajak
  • Volume pembelian berubah
  • Terjadi perubahan operasional

Evaluasi berkala membantu menjaga akurasi harga jual dan kesehatan margin.

Baca Juga :Cara Cek COGS dengan Mudah untuk Mengetahui Keuntungan Bisnis

Baca Juga : Aplikasi Kasir dengan QRIS: Solusi Pembayaran Modern untuk Bisnis

Landed cost adalah total biaya sebenarnya yang dikeluarkan bisnis hingga barang siap dijual atau digunakan. Dengan menghitung harga pembelian, biaya pengiriman, pajak, serta biaya tambahan lainnya, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang lebih akurat dan menjaga keuntungan tetap optimal.

Memahami landed cost membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat, menghindari kesalahan penetapan harga, serta membangun sistem keuangan yang lebih sehat. Semakin akurat perhitungannya, semakin besar peluang bisnis untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Rekomendasi Aplikasi Kasir Mobile yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

 

 

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur