Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Pengertian Bargaining beserta Jenis, Dampak, dan Contohnya

Pengertian Bargaining beserta Jenis, Dampak, dan Contohnya

23 April 2024 | marketing

Kasir Pintar

Order Adalah Apa? Pengertian, Jenis, Proses, dan Contohnya

Dalam dunia bisnis, istilah order sering digunakan dalam aktivitas penjualan, baik di toko offline, marketplace, media sosial, maupun website. Ketika pelanggan membeli makanan, memesan produk melalui WhatsApp, atau checkout barang di toko online, bisnis akan menerima order yang perlu diproses dengan baik.

Namun, sebenarnya order adalah apa? Apakah order sama dengan transaksi? Kapan sebuah pesanan dianggap selesai?

Memahami pengertian order sangat penting bagi pemilik usaha. Sebab, semakin banyak pesanan yang masuk, semakin besar pula risiko terjadinya pesanan terlewat, stok tidak sesuai, kesalahan pencatatan, hingga keterlambatan pelayanan jika prosesnya tidak dikelola dengan baik.

Artikel ini akan membahas pengertian order, jenis-jenisnya, tahapan order, contoh, perbedaannya dengan transaksi, serta cara mengelola pesanan secara lebih terstruktur.

Apa Itu Order?

Order adalah pesanan atau permintaan dari pelanggan untuk membeli produk maupun menggunakan jasa berdasarkan jumlah, harga, spesifikasi, dan ketentuan tertentu.

Dalam konteks bisnis, order biasanya berisi informasi penting yang dibutuhkan penjual untuk memproses permintaan pelanggan.

Informasi tersebut dapat meliputi:

  • Nama produk atau jasa

  • Jumlah pesanan

  • Varian produk

  • Harga

  • Nama pelanggan

  • Metode pembayaran

  • Metode pengiriman

  • Alamat tujuan

  • Catatan khusus

  • Status pesanan

Contohnya, seorang pelanggan memesan dua gelas kopi susu dan satu roti melalui aplikasi pesan antar. Permintaan tersebut dapat disebut sebagai order.

Contoh lainnya, pelanggan menghubungi toko melalui WhatsApp untuk membeli tiga produk dengan varian berbeda. Permintaan tersebut juga termasuk order yang perlu dicatat dan diproses.

Jadi, order bukan sekadar aktivitas ingin membeli. Dalam operasional bisnis, order menjadi informasi pesanan yang perlu diterima, diverifikasi, diproses, diselesaikan, dan dicatat.

Apa Arti Order dalam Bahasa Indonesia?

Dalam bahasa Indonesia, kata order dapat diterjemahkan sebagai pesanan atau memesan, tergantung konteks penggunaannya.

Contohnya:

  • “Saya ingin order makanan” berarti ingin memesan makanan

  • “Ada 20 order masuk hari ini” berarti ada 20 pesanan yang diterima

  • “Order sedang diproses” berarti pesanan sedang dikerjakan

  • “Order selesai” berarti pesanan telah diselesaikan sesuai alur bisnis

Dalam dunia usaha, istilah order sering digunakan karena singkat dan umum dipahami, terutama pada bisnis:

  • Kuliner

  • Ritel

  • Toko online

  • Marketplace

  • Jasa

  • Grosir

  • Reseller

  • Pre-order

  • Bisnis berbasis pesanan

Mengapa Order Penting dalam Bisnis?

Order merupakan salah satu bagian penting dalam proses penjualan. Ketika pelanggan membuat pesanan, bisnis perlu memastikan setiap detail diproses dengan benar.

Pengelolaan order yang baik dapat membantu bisnis:

  • Mengurangi risiko pesanan terlewat

  • Memastikan jumlah barang sesuai

  • Mengetahui status pesanan

  • Mengurangi kesalahan produk atau varian

  • Mempercepat pelayanan pelanggan

  • Memantau transaksi

  • Menjaga ketersediaan stok

  • Menyusun laporan usaha

Sebaliknya, pengelolaan order yang tidak rapi dapat menyebabkan berbagai masalah.

Misalnya:

  • Pesanan pelanggan terlupakan

  • Produk yang dikirim salah

  • Jumlah barang tidak sesuai

  • Order ganda

  • Stok tidak sinkron

  • Pelanggan menunggu terlalu lama

  • Status pembayaran tidak jelas

Karena itu, bisnis yang menerima banyak pesanan membutuhkan proses order management yang lebih terstruktur.

Apa Itu Order Management?

Order management adalah proses mengelola pesanan pelanggan sejak order diterima hingga pesanan selesai, dibatalkan, dikirim, atau ditutup sesuai alur bisnis.

Proses ini dapat mencakup:

  • Penerimaan order

  • Pencatatan detail pesanan

  • Pemeriksaan stok

  • Konfirmasi harga

  • Konfirmasi pembayaran

  • Pemrosesan produk

  • Pengemasan

  • Pengiriman

  • Pembaruan status

  • Penyelesaian transaksi

  • Pencatatan laporan

Order management sangat penting ketika bisnis menerima pesanan dari banyak pelanggan atau berbagai kanal.

Misalnya, sebuah toko menerima order dari:

  • Toko fisik

  • WhatsApp

  • Marketplace

  • Media sosial

  • Website

  • Pelanggan langganan

Tanpa sistem yang jelas, pesanan dari berbagai kanal berisiko tercampur atau terlewat.

Bagaimana Proses Order dalam Bisnis?

Setiap bisnis dapat memiliki alur yang berbeda. Namun, secara umum proses order berlangsung melalui beberapa tahap berikut.

Order Diterima

Pelanggan menyampaikan permintaan pembelian.

Order dapat masuk melalui:

  • Kasir

  • WhatsApp

  • Telepon

  • Marketplace

  • Website

  • Aplikasi

  • Media sosial

Pada tahap ini, bisnis perlu mencatat detail pesanan secara akurat.

Detail Pesanan Diperiksa

Penjual memeriksa informasi penting, seperti:

  • Produk

  • Jumlah

  • Varian

  • Harga

  • Catatan pelanggan

  • Metode pengiriman

Pemeriksaan membantu mengurangi risiko kesalahan.

Ketersediaan Stok Dicek

Jika order berupa produk fisik, bisnis perlu memastikan barang tersedia.

Pengecekan stok penting agar penjual tidak menerima pesanan untuk produk yang sebenarnya sudah habis.

Pembayaran Diproses

Pelanggan menyelesaikan pembayaran menggunakan metode yang tersedia.

Contohnya:

  • Tunai

  • Transfer

  • QRIS

  • Metode pembayaran lainnya

Status pembayaran perlu dicatat dengan jelas agar tidak tertukar dengan order yang belum dibayar.

Order Diproses

Setelah detail sesuai, bisnis mulai menyiapkan pesanan.

Pada restoran, tahap ini dapat berarti makanan mulai dibuat. Pada toko online, barang mulai diambil dari stok dan dikemas.

Order Dikirim atau Diserahkan

Pesanan kemudian:

  • Diserahkan langsung

  • Diambil pelanggan

  • Dikirim melalui kurir

  • Dikirim melalui ekspedisi

Metodenya bergantung pada model bisnis.

Order Selesai

Pesanan dianggap selesai ketika seluruh proses telah dipenuhi sesuai ketentuan bisnis.

Status order yang jelas membantu pemilik usaha mengetahui pesanan mana yang masih membutuhkan tindakan.

Jenis-Jenis Order dalam Bisnis

Order dapat dibedakan berdasarkan cara pelanggan melakukan pemesanan dan bagaimana bisnis memprosesnya.

Sales Order

Sales order adalah dokumen atau catatan pesanan penjualan yang berisi detail permintaan pelanggan.

Informasinya dapat mencakup:

  • Produk

  • Jumlah

  • Harga

  • Data pelanggan

  • Ketentuan transaksi

Sales order banyak digunakan dalam bisnis dengan proses penjualan yang membutuhkan pencatatan lebih formal.

Purchase Order

Purchase order atau PO adalah dokumen pemesanan yang dibuat pembeli kepada pemasok atau vendor.

Contohnya, sebuah toko membutuhkan tambahan 100 unit produk dari supplier. Toko kemudian membuat purchase order sebagai dokumen pemesanan.

Online Order

Online order adalah pesanan yang masuk melalui kanal digital.

Contohnya:

  • Website

  • Marketplace

  • Aplikasi

  • Media sosial

  • WhatsApp

Bisnis online perlu memastikan pesanan dari berbagai kanal tetap tercatat dengan baik.

Offline Order

Offline order adalah pesanan yang dilakukan secara langsung.

Contohnya:

  • Pelanggan memesan di kasir

  • Pelanggan datang ke restoran

  • Pelanggan membeli langsung di toko

  • Pesanan diterima melalui staf penjualan

Pre-Order

Pre-order adalah sistem pemesanan sebelum produk tersedia untuk langsung diserahkan kepada pelanggan.

Sistem ini sering digunakan untuk:

  • Produk baru

  • Barang custom

  • Produk terbatas

  • Makanan tertentu

  • Fashion

  • Merchandise

Bisnis perlu memberikan informasi jelas mengenai estimasi dan ketentuan pre-order.

Backorder

Backorder terjadi ketika pelanggan memesan barang yang sementara tidak tersedia tetapi masih dapat dipenuhi setelah stok tersedia kembali.

Pengelolaan backorder membutuhkan pencatatan yang rapi agar pesanan tidak terlupakan.

Repeat Order

Repeat order adalah pembelian ulang yang dilakukan pelanggan.

Repeat order dapat menjadi salah satu indikator bahwa pelanggan kembali membeli produk atau jasa dari bisnis.

Perbedaan Order dan Transaksi

Order dan transaksi sering dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki konteks berbeda.

Aspek Order Transaksi
Pengertian Permintaan atau pesanan pelanggan Aktivitas pertukaran nilai dalam bisnis
Fokus Detail pesanan Proses ekonomi atau pembayaran
Status Bisa belum selesai Dicatat sesuai aktivitas transaksi
Pembayaran Bisa belum dibayar Dapat melibatkan pembayaran
Contoh Pelanggan memesan 3 produk Pelanggan membayar pembelian

Contohnya, pelanggan memesan produk melalui WhatsApp tetapi belum melakukan pembayaran. Dalam kondisi tersebut, order sudah ada, tetapi proses transaksi belum tentu selesai.

Karena itu, bisnis perlu membedakan status order dan status pembayaran.

Perbedaan Order dan Purchase Order

Istilah order juga sering tertukar dengan purchase order.

Order merupakan istilah umum untuk pesanan.

Sementara itu, purchase order adalah dokumen pemesanan yang biasanya dibuat pembeli kepada pemasok.

Contohnya:

Pelanggan memesan dua porsi makanan di restoran. Itu adalah order.

Sebuah restoran memesan 50 kilogram bahan baku kepada supplier menggunakan dokumen PO. Itu adalah purchase order.

Perbedaan Order dan Pre-Order

Order biasanya dilakukan terhadap produk yang dapat diproses sesuai ketersediaan bisnis.

Sementara itu, pre-order dilakukan sebelum produk siap diserahkan.

Contohnya:

  • Membeli kaos yang tersedia di toko termasuk order biasa

  • Memesan kaos edisi baru sebelum produksi selesai termasuk pre-order

Perbedaan ini penting karena estimasi pemenuhan pesanan dapat berbeda.

Contoh Order dalam Berbagai Jenis Bisnis

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penerapan order.

Contoh Order di Restoran

Pelanggan memesan:

  • 2 nasi goreng

  • 1 ayam bakar

  • 3 es teh

Order tersebut perlu diteruskan untuk diproses dan kemudian diselesaikan sesuai alur restoran.

Contoh Order di Toko Online

Pelanggan memesan:

  • 1 kaos ukuran L

  • Warna hitam

  • Pengiriman ke Surabaya

  • Pembayaran melalui metode yang tersedia

Penjual perlu memastikan varian, stok, pembayaran, dan pengiriman sesuai.

Contoh Order di Toko Ritel

Pelanggan memilih beberapa barang kemudian membawanya ke kasir.

Produk dipindai atau dicatat, total dihitung, pembayaran dilakukan, lalu transaksi diselesaikan.

Contoh Order pada Bisnis Jasa

Pelanggan memesan jasa desain untuk kebutuhan promosi.

Detail order dapat mencakup:

  • Jenis desain

  • Ukuran

  • Deadline

  • Jumlah revisi

  • Harga

  • Ketentuan pengerjaan

Masalah yang Sering Terjadi dalam Pengelolaan Order

Semakin banyak pesanan, semakin besar kebutuhan terhadap proses yang terstruktur.

Berikut beberapa masalah yang sering terjadi.

Order Terlewat

Pesanan dari chat, marketplace, dan toko fisik dapat tercecer jika tidak dicatat dengan baik.

Kesalahan Produk

Kesalahan dapat terjadi pada:

  • Varian

  • Ukuran

  • Warna

  • Jumlah

  • Catatan pelanggan

Stok Tidak Sesuai

Bisnis menerima order, tetapi ternyata produk sudah habis.

Masalah ini dapat terjadi jika pencatatan stok tidak diperbarui dengan baik.

Status Order Tidak Jelas

Tim tidak mengetahui apakah pesanan:

  • Baru masuk

  • Sudah dibayar

  • Sedang diproses

  • Sudah selesai

  • Sudah dikirim

Pesanan Ganda

Pencatatan manual dapat meningkatkan risiko order yang sama diproses lebih dari sekali.

Sulit Memantau Performa Penjualan

Jika order tersebar di banyak catatan, pemilik bisnis akan kesulitan melihat performa usaha secara menyeluruh.

Tips Mengelola Order agar Lebih Rapi

Pengelolaan order yang baik tidak harus rumit. Namun, bisnis membutuhkan proses yang konsisten.

Gunakan Status Order yang Jelas

Tentukan status seperti:

  • Order baru

  • Menunggu pembayaran

  • Diproses

  • Siap

  • Dikirim

  • Selesai

  • Dibatalkan

Status membantu tim memahami tindakan berikutnya.

Catat Detail Pesanan Secara Lengkap

Pastikan informasi penting tidak terlewat.

Contohnya:

  • Produk

  • Jumlah

  • Varian

  • Pelanggan

  • Pembayaran

  • Pengiriman

  • Catatan

Hubungkan Order dengan Stok

Setiap penjualan produk dapat memengaruhi persediaan.

Karena itu, pengelolaan order sebaiknya terhubung dengan pencatatan stok agar pemilik usaha lebih mudah memantau ketersediaan barang.

Pisahkan Status Order dan Pembayaran

Order yang sudah masuk belum tentu sudah dibayar.

Pemisahan status membantu mengurangi kesalahan pemrosesan.

Baca Juga: Mengenal Pengertian Spanduk, Contoh, dan Keuntungannya!

Gunakan Sistem Order Management

Ketika jumlah pesanan meningkat, pencatatan manual melalui buku, spreadsheet terpisah, atau chat dapat menjadi kurang efisien.

Bisnis dapat mempertimbangkan sistem yang membantu mengelola pesanan dan transaksi secara lebih terstruktur.

Kelola Pesanan Lebih Praktis dengan Fitur Order Management Kasir Pintar

Bagi UMKM, mengelola order bukan hanya soal mencatat siapa membeli apa. Pemilik usaha juga perlu memperhatikan transaksi, produk, stok, pelanggan, dan laporan penjualan.

Dengan fitur order management Kasir Pintar, pengelolaan pesanan dapat dilakukan secara lebih terstruktur sesuai kebutuhan operasional bisnis.

Sistem pengelolaan bisnis dapat membantu:

  • Mencatat pesanan

  • Mengelola transaksi

  • Memantau produk

  • Mengelola stok barang

  • Mendukung pencatatan pelanggan

  • Melihat laporan penjualan

  • Mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual

Bagi bisnis yang menerima banyak pesanan, proses yang lebih terstruktur dapat membantu tim mengetahui order mana yang perlu diproses dan aktivitas apa yang harus ditindaklanjuti.

Pelajari fitur order management Kasir Pintar untuk membantu mengelola pesanan dan operasional bisnis secara lebih praktis.

Kenapa UMKM Membutuhkan Order Management?

Pada tahap awal bisnis, pemilik usaha mungkin masih mampu mencatat pesanan secara manual.

Namun, ketika bisnis berkembang, jumlah order dapat meningkat.

Misalnya, sebuah usaha menerima pesanan dari:

  • Toko fisik

  • WhatsApp

  • Pelanggan langganan

  • Kanal online

Tanpa pengelolaan yang baik, pemilik usaha dapat kesulitan mengetahui:

  • Berapa order yang masuk?

  • Order mana yang belum selesai?

  • Produk apa yang paling banyak dipesan?

  • Apakah stok masih tersedia?

  • Berapa transaksi yang berhasil diselesaikan?

Karena itu, order management menjadi semakin penting seiring pertumbuhan bisnis.

Hubungkan Order dengan Stok dan Laporan Penjualan

Order tidak berdiri sendiri.

Ketika pelanggan membeli produk, aktivitas tersebut dapat berkaitan dengan:

  • Stok barang

  • Transaksi

  • Pembayaran

  • Data pelanggan

  • Laporan penjualan

Misalnya, sebuah toko menerima 20 order dalam sehari. Tanpa sistem pencatatan yang rapi, pemilik usaha mungkin hanya mengetahui jumlah pesanan tetapi kesulitan melihat dampaknya terhadap stok dan penjualan.

Dengan sistem yang lebih terstruktur, data operasional dapat digunakan sebagai referensi untuk mengambil keputusan bisnis.

Kasir Pintar dapat membantu UMKM mengelola transaksi, stok, produk, pelanggan, dan laporan usaha dalam satu ekosistem pengelolaan bisnis.

FAQ Seputar Order

Apa Itu Order?

Order adalah pesanan atau permintaan pelanggan untuk membeli produk maupun menggunakan jasa berdasarkan detail dan ketentuan tertentu.

Apa Arti Order dalam Bahasa Indonesia?

Order dapat berarti pesanan atau memesan, tergantung konteks kalimat.

Apa Bedanya Order dan Transaksi?

Order berfokus pada permintaan atau detail pesanan pelanggan. Sementara itu, transaksi berkaitan dengan aktivitas pertukaran nilai dalam proses bisnis.

Apa Bedanya Order dan Purchase Order?

Order adalah istilah umum untuk pesanan. Purchase order adalah dokumen pemesanan yang biasanya dibuat pembeli kepada pemasok atau vendor.

Apa Itu Order Management?

Order management adalah proses mengelola pesanan sejak diterima hingga selesai, dikirim, dibatalkan, atau ditutup sesuai alur bisnis.

Apa Saja Contoh Order?

Contoh order antara lain pesanan makanan di restoran, pembelian produk melalui toko online, pemesanan barang melalui WhatsApp, dan pemesanan jasa.

Kenapa Bisnis Perlu Mengelola Order?

Pengelolaan order membantu mengurangi risiko pesanan terlewat, kesalahan produk, status yang tidak jelas, dan masalah pencatatan.

Bagaimana Cara Mengelola Banyak Order?

Gunakan alur yang jelas, catat detail pesanan, tentukan status order, pantau stok, pisahkan status pembayaran, dan gunakan sistem order management sesuai kebutuhan bisnis.

Kesimpulan

Order adalah pesanan atau permintaan pelanggan untuk membeli produk maupun menggunakan jasa berdasarkan detail tertentu.

Dalam bisnis, order dapat berupa:

  • Sales order

  • Purchase order

  • Online order

  • Offline order

  • Pre-order

  • Backorder

  • Repeat order

Setiap order perlu dikelola dengan baik sejak diterima hingga selesai. Pengelolaan yang tidak rapi dapat menyebabkan pesanan terlewat, kesalahan produk, ketidaksesuaian stok, dan pelayanan yang kurang optimal.

Karena itu, bisnis yang terus berkembang membutuhkan proses order management yang lebih terstruktur.

Gunakan fitur order management Kasir Pintar untuk membantu mengelola pesanan, transaksi, stok, pelanggan, dan laporan usaha secara lebih praktis dalam mendukung operasional UMKM.

Rekomendasi Aplikasi Kasir Mobile yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar.

aplikasi kasir pintar

download aplikasi kasir pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Inovasi HRIS Modern untuk Mengelola Bisnis lebih Efisien 

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

pintarHR

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur