Solusi Aplikasi Kasir Grosir dengan Harga Bertingkat untuk UMKM
Seputar Bisnis | 31 Juli 2026
Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Pengertian Bargaining beserta Jenis, Dampak, dan Contohnya
23 April 2024 | marketing
Dalam dunia bisnis, istilah order sering digunakan dalam aktivitas penjualan, baik di toko offline, marketplace, media sosial, maupun website. Ketika pelanggan membeli makanan, memesan produk melalui WhatsApp, atau checkout barang di toko online, bisnis akan menerima order yang perlu diproses dengan baik.
Namun, sebenarnya order adalah apa? Apakah order sama dengan transaksi? Kapan sebuah pesanan dianggap selesai?
Memahami pengertian order sangat penting bagi pemilik usaha. Sebab, semakin banyak pesanan yang masuk, semakin besar pula risiko terjadinya pesanan terlewat, stok tidak sesuai, kesalahan pencatatan, hingga keterlambatan pelayanan jika prosesnya tidak dikelola dengan baik.
Artikel ini akan membahas pengertian order, jenis-jenisnya, tahapan order, contoh, perbedaannya dengan transaksi, serta cara mengelola pesanan secara lebih terstruktur.
Order adalah pesanan atau permintaan dari pelanggan untuk membeli produk maupun menggunakan jasa berdasarkan jumlah, harga, spesifikasi, dan ketentuan tertentu.
Dalam konteks bisnis, order biasanya berisi informasi penting yang dibutuhkan penjual untuk memproses permintaan pelanggan.
Informasi tersebut dapat meliputi:
Nama produk atau jasa
Jumlah pesanan
Varian produk
Harga
Nama pelanggan
Metode pembayaran
Metode pengiriman
Alamat tujuan
Catatan khusus
Status pesanan
Contohnya, seorang pelanggan memesan dua gelas kopi susu dan satu roti melalui aplikasi pesan antar. Permintaan tersebut dapat disebut sebagai order.
Contoh lainnya, pelanggan menghubungi toko melalui WhatsApp untuk membeli tiga produk dengan varian berbeda. Permintaan tersebut juga termasuk order yang perlu dicatat dan diproses.
Jadi, order bukan sekadar aktivitas ingin membeli. Dalam operasional bisnis, order menjadi informasi pesanan yang perlu diterima, diverifikasi, diproses, diselesaikan, dan dicatat.
Dalam bahasa Indonesia, kata order dapat diterjemahkan sebagai pesanan atau memesan, tergantung konteks penggunaannya.
Contohnya:
“Saya ingin order makanan” berarti ingin memesan makanan
“Ada 20 order masuk hari ini” berarti ada 20 pesanan yang diterima
“Order sedang diproses” berarti pesanan sedang dikerjakan
“Order selesai” berarti pesanan telah diselesaikan sesuai alur bisnis
Dalam dunia usaha, istilah order sering digunakan karena singkat dan umum dipahami, terutama pada bisnis:
Kuliner
Ritel
Toko online
Marketplace
Jasa
Grosir
Reseller
Pre-order
Bisnis berbasis pesanan
Order merupakan salah satu bagian penting dalam proses penjualan. Ketika pelanggan membuat pesanan, bisnis perlu memastikan setiap detail diproses dengan benar.
Pengelolaan order yang baik dapat membantu bisnis:
Mengurangi risiko pesanan terlewat
Memastikan jumlah barang sesuai
Mengetahui status pesanan
Mengurangi kesalahan produk atau varian
Mempercepat pelayanan pelanggan
Memantau transaksi
Menjaga ketersediaan stok
Menyusun laporan usaha
Sebaliknya, pengelolaan order yang tidak rapi dapat menyebabkan berbagai masalah.
Misalnya:
Pesanan pelanggan terlupakan
Produk yang dikirim salah
Jumlah barang tidak sesuai
Order ganda
Stok tidak sinkron
Pelanggan menunggu terlalu lama
Status pembayaran tidak jelas
Karena itu, bisnis yang menerima banyak pesanan membutuhkan proses order management yang lebih terstruktur.
Order management adalah proses mengelola pesanan pelanggan sejak order diterima hingga pesanan selesai, dibatalkan, dikirim, atau ditutup sesuai alur bisnis.
Proses ini dapat mencakup:
Penerimaan order
Pencatatan detail pesanan
Pemeriksaan stok
Konfirmasi harga
Konfirmasi pembayaran
Pemrosesan produk
Pengemasan
Pengiriman
Pembaruan status
Penyelesaian transaksi
Pencatatan laporan
Order management sangat penting ketika bisnis menerima pesanan dari banyak pelanggan atau berbagai kanal.
Misalnya, sebuah toko menerima order dari:
Toko fisik
Marketplace
Media sosial
Website
Pelanggan langganan
Tanpa sistem yang jelas, pesanan dari berbagai kanal berisiko tercampur atau terlewat.
Setiap bisnis dapat memiliki alur yang berbeda. Namun, secara umum proses order berlangsung melalui beberapa tahap berikut.
Pelanggan menyampaikan permintaan pembelian.
Order dapat masuk melalui:
Kasir
Telepon
Marketplace
Website
Aplikasi
Media sosial
Pada tahap ini, bisnis perlu mencatat detail pesanan secara akurat.
Penjual memeriksa informasi penting, seperti:
Produk
Jumlah
Varian
Harga
Catatan pelanggan
Metode pengiriman
Pemeriksaan membantu mengurangi risiko kesalahan.
Jika order berupa produk fisik, bisnis perlu memastikan barang tersedia.
Pengecekan stok penting agar penjual tidak menerima pesanan untuk produk yang sebenarnya sudah habis.
Pelanggan menyelesaikan pembayaran menggunakan metode yang tersedia.
Contohnya:
Tunai
Transfer
QRIS
Metode pembayaran lainnya
Status pembayaran perlu dicatat dengan jelas agar tidak tertukar dengan order yang belum dibayar.
Setelah detail sesuai, bisnis mulai menyiapkan pesanan.
Pada restoran, tahap ini dapat berarti makanan mulai dibuat. Pada toko online, barang mulai diambil dari stok dan dikemas.
Pesanan kemudian:
Diserahkan langsung
Diambil pelanggan
Dikirim melalui kurir
Dikirim melalui ekspedisi
Metodenya bergantung pada model bisnis.
Pesanan dianggap selesai ketika seluruh proses telah dipenuhi sesuai ketentuan bisnis.
Status order yang jelas membantu pemilik usaha mengetahui pesanan mana yang masih membutuhkan tindakan.
Order dapat dibedakan berdasarkan cara pelanggan melakukan pemesanan dan bagaimana bisnis memprosesnya.
Sales order adalah dokumen atau catatan pesanan penjualan yang berisi detail permintaan pelanggan.
Informasinya dapat mencakup:
Produk
Jumlah
Harga
Data pelanggan
Ketentuan transaksi
Sales order banyak digunakan dalam bisnis dengan proses penjualan yang membutuhkan pencatatan lebih formal.
Purchase order atau PO adalah dokumen pemesanan yang dibuat pembeli kepada pemasok atau vendor.
Contohnya, sebuah toko membutuhkan tambahan 100 unit produk dari supplier. Toko kemudian membuat purchase order sebagai dokumen pemesanan.
Online order adalah pesanan yang masuk melalui kanal digital.
Contohnya:
Website
Marketplace
Aplikasi
Media sosial
Bisnis online perlu memastikan pesanan dari berbagai kanal tetap tercatat dengan baik.
Offline order adalah pesanan yang dilakukan secara langsung.
Contohnya:
Pelanggan memesan di kasir
Pelanggan datang ke restoran
Pelanggan membeli langsung di toko
Pesanan diterima melalui staf penjualan
Pre-order adalah sistem pemesanan sebelum produk tersedia untuk langsung diserahkan kepada pelanggan.
Sistem ini sering digunakan untuk:
Produk baru
Barang custom
Produk terbatas
Makanan tertentu
Fashion
Merchandise
Bisnis perlu memberikan informasi jelas mengenai estimasi dan ketentuan pre-order.
Backorder terjadi ketika pelanggan memesan barang yang sementara tidak tersedia tetapi masih dapat dipenuhi setelah stok tersedia kembali.
Pengelolaan backorder membutuhkan pencatatan yang rapi agar pesanan tidak terlupakan.
Repeat order adalah pembelian ulang yang dilakukan pelanggan.
Repeat order dapat menjadi salah satu indikator bahwa pelanggan kembali membeli produk atau jasa dari bisnis.
Order dan transaksi sering dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki konteks berbeda.
| Aspek | Order | Transaksi |
|---|---|---|
| Pengertian | Permintaan atau pesanan pelanggan | Aktivitas pertukaran nilai dalam bisnis |
| Fokus | Detail pesanan | Proses ekonomi atau pembayaran |
| Status | Bisa belum selesai | Dicatat sesuai aktivitas transaksi |
| Pembayaran | Bisa belum dibayar | Dapat melibatkan pembayaran |
| Contoh | Pelanggan memesan 3 produk | Pelanggan membayar pembelian |
Contohnya, pelanggan memesan produk melalui WhatsApp tetapi belum melakukan pembayaran. Dalam kondisi tersebut, order sudah ada, tetapi proses transaksi belum tentu selesai.
Karena itu, bisnis perlu membedakan status order dan status pembayaran.
Istilah order juga sering tertukar dengan purchase order.
Order merupakan istilah umum untuk pesanan.
Sementara itu, purchase order adalah dokumen pemesanan yang biasanya dibuat pembeli kepada pemasok.
Contohnya:
Pelanggan memesan dua porsi makanan di restoran. Itu adalah order.
Sebuah restoran memesan 50 kilogram bahan baku kepada supplier menggunakan dokumen PO. Itu adalah purchase order.
Order biasanya dilakukan terhadap produk yang dapat diproses sesuai ketersediaan bisnis.
Sementara itu, pre-order dilakukan sebelum produk siap diserahkan.
Contohnya:
Membeli kaos yang tersedia di toko termasuk order biasa
Memesan kaos edisi baru sebelum produksi selesai termasuk pre-order
Perbedaan ini penting karena estimasi pemenuhan pesanan dapat berbeda.
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penerapan order.
Pelanggan memesan:
2 nasi goreng
1 ayam bakar
3 es teh
Order tersebut perlu diteruskan untuk diproses dan kemudian diselesaikan sesuai alur restoran.
Pelanggan memesan:
1 kaos ukuran L
Warna hitam
Pengiriman ke Surabaya
Pembayaran melalui metode yang tersedia
Penjual perlu memastikan varian, stok, pembayaran, dan pengiriman sesuai.
Pelanggan memilih beberapa barang kemudian membawanya ke kasir.
Produk dipindai atau dicatat, total dihitung, pembayaran dilakukan, lalu transaksi diselesaikan.
Pelanggan memesan jasa desain untuk kebutuhan promosi.
Detail order dapat mencakup:
Jenis desain
Ukuran
Deadline
Jumlah revisi
Harga
Ketentuan pengerjaan
Semakin banyak pesanan, semakin besar kebutuhan terhadap proses yang terstruktur.
Berikut beberapa masalah yang sering terjadi.
Pesanan dari chat, marketplace, dan toko fisik dapat tercecer jika tidak dicatat dengan baik.
Kesalahan dapat terjadi pada:
Varian
Ukuran
Warna
Jumlah
Catatan pelanggan
Bisnis menerima order, tetapi ternyata produk sudah habis.
Masalah ini dapat terjadi jika pencatatan stok tidak diperbarui dengan baik.
Tim tidak mengetahui apakah pesanan:
Baru masuk
Sudah dibayar
Sedang diproses
Sudah selesai
Sudah dikirim
Pencatatan manual dapat meningkatkan risiko order yang sama diproses lebih dari sekali.
Jika order tersebar di banyak catatan, pemilik bisnis akan kesulitan melihat performa usaha secara menyeluruh.
Pengelolaan order yang baik tidak harus rumit. Namun, bisnis membutuhkan proses yang konsisten.
Tentukan status seperti:
Order baru
Menunggu pembayaran
Diproses
Siap
Dikirim
Selesai
Dibatalkan
Status membantu tim memahami tindakan berikutnya.
Pastikan informasi penting tidak terlewat.
Contohnya:
Produk
Jumlah
Varian
Pelanggan
Pembayaran
Pengiriman
Catatan
Setiap penjualan produk dapat memengaruhi persediaan.
Karena itu, pengelolaan order sebaiknya terhubung dengan pencatatan stok agar pemilik usaha lebih mudah memantau ketersediaan barang.
Order yang sudah masuk belum tentu sudah dibayar.
Pemisahan status membantu mengurangi kesalahan pemrosesan.
Baca Juga: Mengenal Pengertian Spanduk, Contoh, dan Keuntungannya!
Ketika jumlah pesanan meningkat, pencatatan manual melalui buku, spreadsheet terpisah, atau chat dapat menjadi kurang efisien.
Bisnis dapat mempertimbangkan sistem yang membantu mengelola pesanan dan transaksi secara lebih terstruktur.
Bagi UMKM, mengelola order bukan hanya soal mencatat siapa membeli apa. Pemilik usaha juga perlu memperhatikan transaksi, produk, stok, pelanggan, dan laporan penjualan.
Dengan fitur order management Kasir Pintar, pengelolaan pesanan dapat dilakukan secara lebih terstruktur sesuai kebutuhan operasional bisnis.
Sistem pengelolaan bisnis dapat membantu:
Mencatat pesanan
Mengelola transaksi
Memantau produk
Mengelola stok barang
Mendukung pencatatan pelanggan
Melihat laporan penjualan
Mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual
Bagi bisnis yang menerima banyak pesanan, proses yang lebih terstruktur dapat membantu tim mengetahui order mana yang perlu diproses dan aktivitas apa yang harus ditindaklanjuti.
Pelajari fitur order management Kasir Pintar untuk membantu mengelola pesanan dan operasional bisnis secara lebih praktis.
Pada tahap awal bisnis, pemilik usaha mungkin masih mampu mencatat pesanan secara manual.
Namun, ketika bisnis berkembang, jumlah order dapat meningkat.
Misalnya, sebuah usaha menerima pesanan dari:
Toko fisik
Pelanggan langganan
Kanal online
Tanpa pengelolaan yang baik, pemilik usaha dapat kesulitan mengetahui:
Berapa order yang masuk?
Order mana yang belum selesai?
Produk apa yang paling banyak dipesan?
Apakah stok masih tersedia?
Berapa transaksi yang berhasil diselesaikan?
Karena itu, order management menjadi semakin penting seiring pertumbuhan bisnis.
Order tidak berdiri sendiri.
Ketika pelanggan membeli produk, aktivitas tersebut dapat berkaitan dengan:
Stok barang
Transaksi
Pembayaran
Data pelanggan
Laporan penjualan
Misalnya, sebuah toko menerima 20 order dalam sehari. Tanpa sistem pencatatan yang rapi, pemilik usaha mungkin hanya mengetahui jumlah pesanan tetapi kesulitan melihat dampaknya terhadap stok dan penjualan.
Dengan sistem yang lebih terstruktur, data operasional dapat digunakan sebagai referensi untuk mengambil keputusan bisnis.
Kasir Pintar dapat membantu UMKM mengelola transaksi, stok, produk, pelanggan, dan laporan usaha dalam satu ekosistem pengelolaan bisnis.
Order adalah pesanan atau permintaan pelanggan untuk membeli produk maupun menggunakan jasa berdasarkan detail dan ketentuan tertentu.
Order dapat berarti pesanan atau memesan, tergantung konteks kalimat.
Order berfokus pada permintaan atau detail pesanan pelanggan. Sementara itu, transaksi berkaitan dengan aktivitas pertukaran nilai dalam proses bisnis.
Order adalah istilah umum untuk pesanan. Purchase order adalah dokumen pemesanan yang biasanya dibuat pembeli kepada pemasok atau vendor.
Order management adalah proses mengelola pesanan sejak diterima hingga selesai, dikirim, dibatalkan, atau ditutup sesuai alur bisnis.
Contoh order antara lain pesanan makanan di restoran, pembelian produk melalui toko online, pemesanan barang melalui WhatsApp, dan pemesanan jasa.
Pengelolaan order membantu mengurangi risiko pesanan terlewat, kesalahan produk, status yang tidak jelas, dan masalah pencatatan.
Gunakan alur yang jelas, catat detail pesanan, tentukan status order, pantau stok, pisahkan status pembayaran, dan gunakan sistem order management sesuai kebutuhan bisnis.
Order adalah pesanan atau permintaan pelanggan untuk membeli produk maupun menggunakan jasa berdasarkan detail tertentu.
Dalam bisnis, order dapat berupa:
Sales order
Purchase order
Online order
Offline order
Pre-order
Backorder
Repeat order
Setiap order perlu dikelola dengan baik sejak diterima hingga selesai. Pengelolaan yang tidak rapi dapat menyebabkan pesanan terlewat, kesalahan produk, ketidaksesuaian stok, dan pelayanan yang kurang optimal.
Karena itu, bisnis yang terus berkembang membutuhkan proses order management yang lebih terstruktur.
Gunakan fitur order management Kasir Pintar untuk membantu mengelola pesanan, transaksi, stok, pelanggan, dan laporan usaha secara lebih praktis dalam mendukung operasional UMKM.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar.
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Tag
#strategi bisnisArtikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat