Insight Bisnis / Apa itu Jurnal Umum? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa itu Jurnal Umum? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Akuntansi

17 Maret 2026 | marketing

Kasir Pintar

Pada bidang akuntansi maupun aktivitas bisnis, setiap transaksi seperti penjualan, pembelian, maupun pembayaran utang perlu melewati proses pencatatan yang rapi agar laporan keuangan sesuai dengan transaksi yang terjadi. 

Salah satu sistem pencatatan yang dapat digunakan adalah jurnal umum. Jurnal umum berfungsi sebagai tempat pencatatan seluruh transaksi sebelum dipindahkan ke dalam buku besar. 

Dengan menggunakan jurnal umum, setiap transaksi dapat dicatat secara sistematis, akurasi, dan mempermudah proses analisis keuangan. Selain itu, jurnal umum juga membantu transparansi data keuangan perusahaan. 

Oleh sebab itu, memahami jurnal umum adalah hal yang penting bagi siapapun yang ingin mengelola keuangan bisnis, agar jurnal umum tidak tertukar dengan jurnal khusus.

Simak pembahasan lengkap mengenai jurnal umum, fungsi dan contohnya dalam artikel ini hingga selesai.

Pengertian Jurnal Umum 

Secara umum, jurnal adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi keuangan. Jurnal memiliki 2 jenis yang berbeda yaitu:

1. Jurnal Umum 

Yaitu jurnal yang dipergunakan untuk melakukan semua pencatatan terhadap setiap bukti yang ada selama kurun waktu tertentu dengan kronologis, untuk memudahkan proses pengelola keuangan. Setiap transaksi yang dicatat akan dicantumkan tanggal transaksi, keterangan, akun yang terlibat serta nominal transaksi. 

Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dimasukan ke dalam jurnal khusus. Artinya, jurnal umum memiliki peran sebagai jurnal yang lebih fleksibel dalam sistem pencatatan akuntansi.

2. Jurnal Khusus

Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi tertentu yang sifatnya sering terjadi secara berulang. Jenis transaksi yang dicatat berupa penjualan kredit, pembelian kredit, hingga pengeluaran kas.

Berbeda dengan jurnal khusus, format penulisan jurnal khusus lebih spesifik sesuai dengan jenis transaksi yang dicatat. 

Meskipun demikian, kedua jenis jurnal tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam sistem akuntansi perusahaan. 

Fungsi Jurnal Umum

Jurnal umum tidak hanya berfungsi sebatas mencatat transaksi saja, tetapi juga memiliki beberapa fungsi lain yang membantu perusahaan mengelola keuangan mereka dengan sistematis. Berikut 5 fungsi dari jurnal umum:

  • Fungsi Historis

Fungsi historis untuk mencatat setiap transaksi sesuai dengan urutan waktu terjadi. Tujuannya agar perusahaan dapat mengetahui riwayat transaksi secara kronologis dari waktu ke waktu. 

  • Fungsi Pencatatan

Fungsi pencatatan dari jurnal umum ini sebagai tempat pertama mencatat seluruh transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Melalui fungsi pencatatan, perusahaan mendapatkan data transaksi yang akurat, seperti tanggal transaksi, nama akun hingga jumlah debit dan kredit. 

  • Fungsi Analisis 

Fungsi analisis ini bertujuan agar mengetahui apakah bukti transaksi yang dihasilkan sah atau tidak serta untuk menyesuaikan akun yang tepat ketika proses pencatatan. 

Artinya, sebelum pencatatan dilakukan, bukti transaksi yang dihasilkan harus diperiksa terlebih dahulu.  Untuk dianalisis apakah transaksi tersebut di debit / di kredit.

  • Fungsi Instruksi

Fungsi instruksi berperan sebagai petunjuk untuk memindahkan data transaksi dari jurnal ke buku besar. Sehingga proses pencatatan keuangan berjalan dengan lebih terarah.

  • Fungsi Informasi

Seluruh transaksi yang tercatat pada jurnal umum dapat menjadi sumber informasi penting tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Selain itu, informasi tersebut juga dapat digunakan untuk menyusun laporan keuangan atau analisis kinerja keuangan perusahaan. 

Dengan adanya jurnal umum, seluruh transaksi dapat dicatat sesuai urutan waktu untuk menjaga kerapian data keuangan dan menghindari kesalahan pencatatan yang dapat berdampak bagi laporan keuangan. 

Tidak hanya itu, pencatatan pada jurnal umum juga mempermudah proses pemindahan data ke buku besar. Sehingga ketika perusahaan ingin melakukan audit atau evaluasi keuangan, akan lebih mudah dan akurat. 

Baca juga:kewirausahaan-adalah-pengertian-tujuan-dan-contohnya-dalam-dunia-bisnis

Contoh dan Cara Pembuatan Jurnal Umum 

Sebelum membuat jurnal umum, perlu mengetahui klasifikasi akun yang ada di jurnal umum. Tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan saat pencatatan. 

Mengutip dari kemendikbud ada 5 klasifikasi akun, yaitu:

1. Harta 

  • Harta lancar meliputi kas, piutang usaha, persediaan barang dagang, perlengkapan dan beban dibayar dimuka. 
  • Harta tetap meliputi tanah, gedung, akumulasi penyusutan gedung, peralatan dan akumulasi penyusutan peralatan.

2. Utang 

  • Utang lancar meliputi utang usaha, utang beban, utang bunga dan utang pajak
  • Utang Jangka Panjang meliputi utang hipotik dan utang obligasi.

3. Modal 

  • Modal saham dan laba ditahan

4. Beban

  • Beban usaha, beban gaji, beban iklan, beban perlengkapan, beban sewa, beban penyusutan gedung, beban penyusutan peralatan, beban bunga dan beban lain-lain. 

5. Pendapatan

  • Pendapatan usaha, pendapatan bunga dan pendapatan lain-lain. 

Selanjutnya, untuk membuat jurnal umum, perlu diperhatikan apa saja komponen yang harus pada pada template jurnal umum seperti:

  1. Tanggal transaksi
  2. Nomor referensi 
  3. Nama akun yang melakukan transaksi
  4. Deskripsi transaksi (keterangan)
  5. Kolom debit dan kredit

Setelah mengetahui klasifikasi akun dan juga komponen yang harus ada pada template jurnal, berikut cara membuat jurnal umum yang baik dan benar. 

  • Pahami Konsep Persamaan Akuntansi. 

Pemahaman konsep persamaan akuntansi ini dapat membantu untuk lebih mudah memahami kelompok akun. Adapun rumusnya sebagai berikut.

Aset = utang + modal

Bisa dikembangkan menjadi aset = utang + modal + (Pendapatan - beban)

  • Kumpulkan dan Identifikasi Bukti Transaksi 

Bukti transaksi disini berupa invoice, nota, faktur maupun kwitansi. Setelah dikumpulkan kemudian diidentifikasi untuk mengetahui akun apa yang akan digunakan. 

  • Pencatatan Jurnal

Tahap terakhir adalah pencatatan. Sistem pencatatan ini menggunakan double-entry system. Artinya setiap transaksi yang dicatat memiliki dampak pada debit dan kredit dalam jumlah yang sama. 

Pertama-tama, catatlah tanggal transaksi, kemudian tulis keterangan tentang transaksi yang bersangkutan. Lalu isi nomor referensi dan isi jumlah nilai uang dalam transaksi pada kolom debit atau kredit. 

Contohnya: 

Transaksi diambil dari pembukuan toko Makmur Jaya, milik bapak Edi yang terjadi pada bulan November 2015. 

1 November 2015: Bapak Edi menyetorkan uang pribadi ke kas perusahaan sebagai modal Rp. 6.000.000,-

3 November 2015: Dibeli inventaris toko tunai Rp.600.000,-

5 November 2015: Dibeli barang dagangan tunai Rp.1.800.000,-

9 November 2015: Dijual per 30 hari barang dagang kepada Bu Eka Rp.1.000.000

contoh jurnal umum

Pencatatan jurnal umum yang rapi dan sistematis sangat berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Kesalahan kecil dalam pencatatan bisa berdampak besar pada laporan keuangan. 

Maka dari itu, jika anda merasa kesulitan tidak ada salahnya mencoba solusi yang lebih praktis dengan menggunakan aplikasi kasir pintar. 

Pilihan Aplikasi Kasir Terbaik untuk Berbagai Jenis Usaha 

aplikasi kasir pintar

download aplikasi kasir pintar

Ingin pencatatan toko lebih rapi dan mudah dikelola? Gunakan aplikasi Kasir untuk membantu mencatat setiap transaksi penjualan. Coba gratis layanan selama 30 hari.

Salah satu solusi yang mudah digunakan adalah aplikasi Android Kasir Pintar yang dirancang untuk membantu pencatatan penjualan secara praktis.

Melalui Kasir Pintar, kamu dapat mencatat setiap transaksi penjualan sekaligus melakukan beberapa aktivitas seperti:

- Atur stok barang

- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan

- Laporan usaha lengkap

- Manajemen Pelanggan (CRM)

- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Inovasi HRIS Modern untuk Mengelola Bisnis lebih Efisien 

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

PintarHR

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur